I Gave You My Bless

I thought I would do this many years ahead, maybe after Sofia is getting old. I can’t believe I had to face earlier to give my blessing to someone.

It is my sister, coming to my home with a man that she chose.

Yepp, cause kita sisters dan termasuk dekat, kita share everything termasuk jodoh. Adekku memilih mengenalkannya padaku dulu sebelum ketemu ortu. Tanya pendapat bagaimana? Apakah kriterianya cukup baik buat pasangan hidup dari kacamataku as an older sister.

After the journey she’ve been trhrough, aku seriiiing banget ceramahin untuk ga terlalu pemilih dalam memilih pasangan biar cepet married, kataku : “Kriteria cowoku itu cuma 3 yg penting : 1. Solat 5 waktu, 2. Tanggung jawab, 3. Lemah lembut”. Cause I relize, man with 5 time salah is a rare man now 🥲. So, at least solat lah 5 waktu, no excuse. Gak solat, gajadi dahh, itu akar dari semua masalah for me. 

But, ternyata after aku temui cowonya, aku berfikir ulang, aku serakah, aku rasa 3 kriteria itu ga cukup buat bikin aku give my blessing. Dan itu bikin aku kepikiran terus. How funny, I always wanted her to married soon, but after she finds the man, I became worry. A lot of question coming inside my head. Is he able to make my sister happier than now? Is my sister will be better with him? How about if she wouldn’t get a better life after married? I keep worrying. My sister’s life is pretty good right now, she’s happy, agamanya bagus. Rasanya ga rela kalo sampai dia di tangan orang lain, tapi hidupnya malah mundur. Rasanya, mending gak aku berikan daripada aku salah kasih ke orang. Padahallll aku pingin banget dia married, tp pas ada orang yg mau, aku became pemilih banget 😂. Is this what parents feel kahh?

And then, aku chat panjang lebar untuk mengkonfirmasi segala kegelisahan aku sama adekku, aku minta adekku konfirm apakah cowonya bisa menerima sedikit syarat yang aku pinta, biar at least ada sedikit janji manis yg bisa aku tagih nanti. Dan Alhamdulillahhh, my sister knew me so well, dia udah duga aku bakal khawatir di bagian ini itu dan udah konfirmasi ke cowonya. Dann pertanyaanku langsung terjawab oleh janji-janji manis. Wkwkwk. At least ada beberapa yg janjinya tuh misal “Kalau adekku blabla, tolong jangan dilarang” dan itu di iyakan, udah janji loh yaaa, awas kalo nanti ta ajak istrimu, eh dilarang2, tak hiiiih sampeyann. Wkwkwk.



And she is married now, and I hope nothing but happiness. Sakinah mawaddah warrahmah is the perfect words that I can describe all my pray. U know what, since I have family, and my husband treats me so well, I have someone that I can share my life with, and my life goes so easier since then. I really hope my sister someday meet someone and feel what I feel. And I am really glad also relieved that my wish has been granted by Allah (InsyaAllah) with the man that choosen by Him. May Allah bless upon your new little familly. Barakallah 🫶🏼

Komentar

Postingan Populer