SOFIA (The Story Behind "It is a Girl!")

"Dok, minta sekaliiii lagi liat gendernya. Bener gak nih cewe? Aku udah beli baju pink loreng-loreng motif macan loh! (Oh sungguh dangdut sekali selera mama)" Pintaku pada dokter kandunganku di minggu-minggu akhir persalinan.

Segitu gak percayanya, akhirnyaaa setelah Musa dan Harun, duo ganteng yang masyaAllah aktif bener di rumah, akhirnya hari-hari ke depan akan ada Princess cantik yang kelak akan ku kepang-kepang rambutnya, gedean dikit, akan jadi temen mamanya ke salon hihi, MasyaAllah.

Dan setelah Princess Sofia landing dengan selamat, dan teman-teman (read : tetangga) ku kabari kedatangannya, ramai turut berbahagia campur haru dan perasaan lega yang amat sangat. Kayanya ngerti sekali mereka ini sama perasaan mama yang harap-harap cemas dengan kehadiran yang ketiga ini. Apakah mama Musa akhirnya akan beli baju pink? Ataukah malah akan berakhir triplet? wkwkwk. Sampai-sampai beberapa teman ikutan mikir, nama Nabi apa yang nanti bakal dipakai untuk nama anak selanjutnya. Tapi Alhamdulillah, berubah menjadi "Mama Musaaaa, minta tips nya dong biar akhirnya dapat anak cewe" wkwkwkwk.

Kebetulannnn, karena Sofia ini datang tiba-tiba (alias kebobolan), Mama musa tak sempat browsing "Cara mendapatkan anak cewe secara alami" atau konsultasi ke dokter kandungan yang klaim katanya bisa by request mau girl atau boy. Jadi maafkan tydack ada yang bisa di share kalo secara ilmiahnya, hihihi. Tapiiiiiiiii, memang ada sedikit yang bisa diceritakan nih, yang menurut mama Musa kayanya ini nih yang berpengaruh pada hadirnya Sofia, Wallahu Alam. 


THE MAGIC HAPPEN HERE

Jadiii, waktu itu usia Harun udah 1 tahun lebih, 1 tahun 2 bulan kayanya, tapiii aku belum kunjung menstruasi. Karena aku belum KB, aku dan suami mulai cemas. Ini belum menstruasi, jangan-jangan hamil lagi. Deg-degan dong, langsung teringat momen pas Harun baruu banget lahir, bahkan Harun masih nempel didadaku untuk IMD, dokter yang bantu persalinan menghampiri dan membisikan,

"Bu, sudah ya, jangan hamil lagi" (karena bahaya). Katanya, dinding rahimku tipiiiiiis banget, syok banget dong aku, padahal masih rencana 1 lagi. Lalu katanya lagi, boleh hamil lagi tapi tunggu 3-4 tahun buat recover. Mengingat itu, aku agak takut kalo sampai di usia Harun 1 tahun udah hamil lagi.

Lalu, aku ada kesempatan pergi umroh. Menghadap Ka'bah dengan membawa perasaan cemas 'apakah aku hamil' jadilah setiap kali ada kesempatan berdoa di depan Ka'bah, aku pakai untuk berdoa macam-macam termasuk kecemasan ini. Kurang lebih isi doanya :

"Ya Allah yang maha berkendak. Sesungguhnya aku cemas aku hamil. Jika aku benar hamil hanya setelah 1 tahun melahirkan ini, maka selamatkan aku, selamatkan anakku, dan jadikan ia perempuan." 

begitu kira-kira isi doanya, ku ucapkan berulang-ulang setiap berjumpa Ka'bah. Setiap Sa'i dan berjumpa Ka'bah, setiap Thawaf sunnah, pokonya kuulang-ulang diucapkan.

Ternyata saat itu aku belum hamil karena gak lama aku menstruasi, tapi di usia Harun 1 Tahun 3 bulan, barulah aku officially hamil Sofia. Dan Allah kabulkan semua doa yang pernah kupanjatkan di Rumah-Nya, MasyaAllah. Wallahu Alam

Jadi, bagiku 

Musa adalah jawaban doa yang aku harap di segerakan,

Harun adalah jawaban doa yang aku inginkan,

Sofia adalah hadiah.

Alhamdulillah komplit sudah keluarga kecil ini. Hanya bisa bersyukur banyak-banyak atas segala nikmat yang Allah berikan. Semoga Allah bantu aku menjaga semuanya. Aamiin.

Lalu, hikmah yang bisa aku dapatkan dari pengalaman hidup ini bersama Sofia adalah ternyata betul sekali seperti kata ustadz Khalid yang pernah aku dengar, yang kurang lebih isinya : 

"Saat berdoa meminta sesuatu kepada Allah, berdoa yang tulus, penuh harap, hadirkan Ia, merendah dirilah pada Allah, merengeklah seperti anak kecil meminta permen." 

MasyaAllah, benarrrrr. Pertama sekali aku tahu hamil Sofia, aku kaget, takut, cemas sampai menangis di tengah malam, ada momen saling berpelukan sama suami (karena cemas dan takut), yaaa kecemasan itu adaa bangetttt, khawatir kehamilan ini membawa resiko pada diriku, mulai lebay melow kalo lihat anak-anak, bagaimana nanti kalau aku gak survive dsb. Ternyata Allah mudahkan segalanya, Allah selamatkan aku. Lalu lagi-lagi di bulan ke-4/5 dengan penuh kecemasan, dokter reveal gendernya. Dan suprisingly, it is a GIRL. Langsunglah ku teringat pada semua doaku di depan Ka'bah. Ternyata Allah Ar-Rahman Ar-Rahim mengabulkan setiap doa yang aku panjatkan se-spesifik itu, MasyaAllah. La Haula wala quata ila billah.



Komentar

Postingan Populer